Selamat Datang Di Emye Private Blog
Membaca, mendengar, dan menterjemahkan Al Qur'an
Sedikit Bigraphy Singkat tentang Aku.
Title

Bapakku

Bapakku yang Sangat Tegas Akan Sesuatu yang Dia Anggap Fundamental, Berprinsip Kuat. Sangat Religius. Jawa Banyumasan. Gualakeee Poll, hehehe...

Read More
Title

Ibuku

Ibuku.., Seorang Wanita yang Sangat Kuat, Tegar dan Banyak Akal. Bisa Menjadi Seorang Ibu Sekaligus "seorang ayah" Juga. Smart dalam bertahan hidup, Sabar di Keseharian, Walau Galak Tapi Pemaaf... Saluut Untukmu Mah...!

Read More
Title

Aku Yang...

Inilah Yang Dulu Selalu Mencari Masalah, dan Terkena Masalah dan Hampir Terkubur Karenanya.. Berharap Maaf dariNYA, Kedua Orangtuaku dan Juga Kalian Semua.. Do'akan RidhoNYA Untukku ya.. Terimakasih Untuk Kalian Semua...

Read More
Title

Rumahku Hidupku..No Place Like Home

Di Sinilah Awal Semua Kisahku.., Di Awali Dengan Kasih Sayang dan Pengharapan dan Di Jalani Dengan Kegilaan lalu Berakhir dengan Keterpurukan. No More Fly..No More Sky and No More Cry...

Read More
Title

Seberkas CahayaNYA...

Menunggu dan Berharap Banyak dariNYA... Jawaban dan Ampunan Setelah Doa-doa yang Kutambatkan.. Setiap Detik, Setiap Saat Sebelum Saat Akhir Hidupku Tiba...

Read More
Title

Pikirkan Dulu!

Pikirkan dan Pertimbangkan Semua Pilihan. Karena Kau Harus Memilih, Gunakan Kata Hatimu. Ambil Apa Yang Baik Dari Kisahku Kawan.. Semua Hikmah. Sekarang atau Tidak Sama Sekali..!!!?

Read More
Showing posts with label Renungkan dan Lakukan. Show all posts
Showing posts with label Renungkan dan Lakukan. Show all posts

Ketika Air Berubah

October 26, 2011 Comments: (0)
Pada zaman dahulu, Kidir, Guru Musa, memberi peringatan kepada manusia. Pada hari tertentu, katanya, semua air didunia yang tidak disimpan secara khusus akan lenyap. Sebagai gantinya akan ada air baru, yang mengubah manusia menjadi gila.

Hanya seorang yang menangkap makna peringatan itu. Ia mengumpulkan air dan menyimpannya di tempat yang aman. Ditunggunya saat yang di sebut-sebut itu.

Pada hari yang dipastikan itu, sungai-sungai berhenti mengalir, sumur-sumur mengering. Melihat kejadian itu, orang yang menangkap makna peringatan itupun pergi ketempat penyimpanan dan meminum airnya.

Ketika dari tempat persembunyiannya itu ia menyaksikan air terjun kembali memuntahkan air, orang itu pun menggabungkan dirinya kembali dengan orang-orang lain. Ternyata mereka itu kini berpikir dan berbicara dengan cara sama sekali lain dari sebelumnya; mereka tidak ingat lagi apa yang pernah terjadi, juga tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapat peringatan. Ketika orang itu mencoba berbicara dengan mereka, ia menyadari bahwa ternyata mereka telah menganggapnya gila. Terhadapnya, mereka menunjukkan rasa benci atau kasihan, bukan pengertian.


Catatan:
Orang yang dianggap menciptakan kisah ini, Dhun-Nun, seorang Mesir (meninggal tahun 860), selalu dihubung-hubungkan dengan suatu bentuk Perserikatan Rahasia. Ia adalah tokoh paling awal dalam sejarah Kaum Darwis Malamati, yang oleh para ahli Barat sering dianggap memiliki persamaan yang erat dengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia. Konon, Dhun-Nun berhasil menemukan arti hieroglip Firaun.

Versi ini dikisahkan oleh Sayid Sabir Ali-Syah, seorang ulama Kaum Chishti, yang meninggal tahun 1818.

Nasehat Rasulullah kepada Fatimah

Comments: (0)
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakndanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakndanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, "Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fatimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtangga lah yang menyebabkan anaknda menangis".

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?".

Mendengar perkataan anakndanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim".

Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakndanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anakndanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.

Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya sertakukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat".

Keberatan Maut dan Kengeriannya

Comments: (0)
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Maan ahabba liqaa Allah, anabballahu liqaa'ahu wamam karina liqaa Allahi karihallahu liqq'ahu bermaksud: Siapa yang suka bertemu kepada Allah, maka Allah suka menerimanya dan siapa yang tidak suka bertemu kepada Allah, Allah juga tidak suka menerimanya.

Seseorang mukmin bila dalam sakaratul maut, mendapat khabar gembira bahawa ia diridhoi Allah s.w.t. dan akan mendapat syurga, maka ia lebih suka segera mati daripada terus hidup, maka Allah s.w.t. menyambutnya dengan limpahan kurnia rahmatNya dan sebaliknya orang kafir ketika melihat siksa Allah s.w.t. yang akan diterimanya, ia akan menangis dan enggan (tidak suka) mati dan Allah s.w.t. juga menjauhkannya dari rahmat dan akan menyiksanya.

Sufyan Atstsauri berkata: "Hadis ini tidak bererti bahawa kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah s.w.t. itu yang menyebabkan Allah s.w.t. kasih kepada mereka, bahkan bererti kesukaan mereka untuk bertemu dengan Allah s.w.t. kerana Allah s.w.t. kasih kepada mereka. Sebagaimana ayat Yuhibbuhum wayuhibbunahu (yang bermaksud) Allah kasih kepada mereka, maka mereka cinta kepada Allah juga. Juga didalam hadis: Idza ahabballahu abdan syagholahu bihi (yang bermaksud) Jika Allah kasih kepada seorang hamba, maka disibukkan dengan dzikir dan selalu ingat kepadanya."
Ketika Rasulullah s.a.w. menyatakan bahawa siapa yang tidak suka bertemu kepada Allah s.w.t. maka Allah s.w.t. tidak suka bertemu kepadanya. Sahabat berkata: "Ya Rasulullah, kita semua tidak suka mati." Jawab Rasulullah s.a.w. "Bukan itu, tetapi seorang mukmin bila akan mati datang Malaikat yang membawa khabar gembira kepadanya apa yang dijanjikan oleh Allah s.w.t. sebaliknya orang kafir jika akan mati datang Malaikat yang mengancamnya dengan siksaan Allah s.w.t., yang akan dihadapi sehingga ia tidak suka bertemu kepada Allah s.w.t."

Abul-Laits dengan sanadnya dari Jabir r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: Hadditsu an Bani Isra'il wala haraj, fa innahum qaumun qad kaana fahimul a'aajib (yang bermaksud) Kami boleh bercerita tentang bani Isra'il, dan tidak ada dosa, kerana pada mereka telah terjadi berita-berita yang aneh-aneh (ganjil-ganjil).
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. menceritakan: Terjadi serombongan Bani Isra'il keluar sehingga sampai diperkuburan, lalu mereka berkata: "Andaikata kita sembahyang disini kemudian berdoa kepada Tuhan supaya keluar salah seprang yang telah mati disini lalu menerangkan kepada kami bagaimana soal mati, maka sembahyanglah mereka kemudian berdoa, tiba-tiba ada orang telah menonjolkan kepalanya dari kuburan berupa hitam, lalu bertanya: "Hai kaum, apakah maksudmu, demi Allah saya telah mati sejak sembilan puluh tahun yang lalu, maka hingga kini belum hilang juga rasa pedihnya mati kerana itu berdoalah kamu kepada Allah untuk mengembalikan aku sebagaimana tadi, padahal orang itu diantara kedua matanya ada tanda bekas sujud."

Abul-Laits berkata: "Siapa yang yakin akan mati maka seharusnya bersiap sedia menghadapinya dengan melakukan amal yang soleh (baik) dan meninggalkan amal kejahatan (dosa), sebab ia tidak mengetahui bilakah datangnya mati itu kepadanya, sedang Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan pada umatnya supaya mereka benar-benar bersiap-siap untuk menghadapinya dan supaya mereka sanggup sabar dan tabah menghadapi penderitaan dunia, sebab penderitaan dunia ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan siksaan akhirat sedang maut itu termasuk dari siksaan akhirat."

Abdullah bin Miswar Al-Hasyimi berkata: "Seorang datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan berkata: "Saya datang kepadamu supaya kau ajarkan kepadaku ilmu-ilmu yang ganjil." Ditanya oleh Nabi Muhammad s.a.w.: "Kau telah berbuat apa terhadap pokok ilmu? Orang itu bertanya: "Apakah itu pokok ilmu?" Nabi Muhammad s.a.w. bertanya: "Apakah kau telah mengenal Tuhan Azzawajalla.? Jawabnya: "Ya." Nabi Muhammad s.a.w. bertanya lagi: "Maka apakah yang telah kau kerjakan pada haknya?" Jawabnya: "Masyaallah. (Yakni apa yang dapat dikerjakan). Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Laksanakan itu sebenar-benarnya, kemudian kamu kembali untuk saya ajarkan kepadamu ilmu yang ganjil-ganjil." Kemudian setelah beberapa tahun ia datang kembali maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepadanya: "Letakkan tanganmu didadamu (hati), maka apa yang kau tidak suka untuk dirimu, jangan kau lakukan terhadap saudaramu sesama muslim, dan yang kau suka untuk dirimu, lakukanlah sedemikian terhadap saudaramu sesama muslim, dan ini termasuk dari ghoro ibul ilmi (ilmu yang ganjil-ganjil)." Nabi Muhammad s.a.w. menjelaskan bahawa persiapan untuk maut itu termasuk pokok dari ilmu, kerana itu harus diutamakan sebelum lain-lainnya.

Abdullah bin Miswar berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. membaca ayat yang berbunyi: Faman yaridillah an yahdiyahu yasy-rah shadrahu lil islam, waman yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyigan harajan, ka' annama yash-sh'adu fissamaa'i. (yang bermaksud) Maka siapa yang dikehendaki mendapat hidayat, dilapangkan dadanya untuk menerima Islam, dan siapa yang dikehendaki oleh Allah kesesatan maka menjadikan dadanya sempit sukar, bagaikan akan naik kelangit. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Nur Islam jika masuk kedalam hati maka lapanglah dada." Nabi Muhammad s.a.w. lau ditanya: "Apakah ada tandanya?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya, menjauh dari tempat-tempat tipuan dan condong pada tempat yang kekal dan bersiap-siap menghadapi maut sebelum tibanya."

Ja'far bin Barqaan dari Maimun bin Mahran berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. ketika menasihati seseorang bersabda yang bermaksud: "Pergunakanlah lima sebelum tibanya lima, Mudamu sebelum tu amu, sihat mu sebelum sakit mu, longgar mu (kelapangan) sebelum sibuk mu, kaya mu sebelum kekurangan mu (miskin) dan hidup mu sebelum mati mu."

Dalam pelajaran ini Nabi Muhammad s.a.w. telah menghimpunkan ilmu yang banyak, sebab seseorang dewasa akan dapat berbuat apa yang tidak dapat dilakukan sesudah tua, pemuda jika biasa berbuat dosa, sukar baginya menghentikannya jika telah tua, maka seharusnya seorang pemuda membiasakan dirinya berbuat baik dimasa muda supaya ringan baginya melakukannya apabila telah tua. Demikian pula ketika sehat sebelum sakit, seharusnya masa sehat itu digunakan untuk lebih rajin berbuat amal soleh, sebab jika telah sakit pasti lemah badannya dan kurang kekuasaan dalam mempergunakan harta kekayaannya. Demikian dimasa luang sebelum sibuk, yakni diwaktu malam yang lapang, sedang diwaktu siang sibuk, kerana itu hendaklah sembahyang malam dan puasa siang terutama dimusim dingin sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w. : "Musim dingin itu keutungan bagi seorang mukmin, panjang malamnya maka digunakan untuk sembahyang, dan pendek siangnya maka digunakan puasa."

Dalam lain riwayat: "Malam itu panjang maka jangan kau singkat dengan tidurmu, dan siang itu terang maka jangan kau gelapkan dengan dosa-dosamu." Demikian pula gunakan kesempatan masa kaya dan cukup sebelum masa berkurang dan miskin, yakni dimasa kau masih merasa serba kecukupan dan tidak berhajat kepada apa yang ditangan orang. Dan terutama masa hidup sebelum mati, sebab tiap detik dari hidupmu itu sebagai permata yang sangat besar harganya bila kau gunakan benar-benar untuk kesejahteraan dunia dan akhiratmu.

Ada peribahasa Persia yang demikian ertinya: Jika kau masih kecil bermain bersama anak-anak kecil dan bila telah remaja lupa kerana banyak hiburan, lalu bila tua lemah dan tidak kuat, maka bilakah akan beramal untuk Allah s.w.t, sebab bila telah mati tidak akan dapat berbuat apa-apa bahkan semua amal perbuatan telah terhenti, kerana itu harus kau gunakan benar-benar masa hidup untuk segala sesuatu yang akan membawa keselamatan dunia akhirat, dan bersiap-siap menghadapi maut yang sewaktu-waktu akan tiba kepadamu.

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. melihat Malaikat Maut didekat kepala seorang sahabat Anshar, maka Nabi Muhammad s.a.w. berkata kepadanya: "Kasihanilah sahabatku kerana ia seorang mukmin." Jawab Malaikat Maut: "Terimalah khabar baik hai Muhammad, bahawa aku terhadap tiap mukmin sangat belas kasihan, demi Allah, ya Muhammad, aku mencabut roh seorang anak Adam, maka bila ada orang menjerit dari keluarganya, aku katakan: "Mengapa menjerit, demi Allah kami tidak berbuat aniaya dan tidak mendahului ajalnya, maka kami tidak ada salah dalam mencabut rohnya, maka bila kamu rela dengan hukum Allah kamu mendapat pahala, dan jika kamu murka dan mengeluh kamu berdosa, dan kamu usah mencela kami, sebab masih akan kembali maka berhati-hatilah kamu. Dan tiada penduduk rumah batu atau bambu, kain bulu didarat atau laut melainkan aku perhatikan wajahnya tiap kali lima kali, demi Allah ya Muhammad andaikan aku akan mencabut roh nyamuk tiada dapat kecuali bila mendapat perintah dari Allah s.w.t. untuk mencabutnya."

Abu Said Alkhudri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. melihat orang-orang yang tertawa maka Baginda s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Andaikan kamu banyak ingat mati yang menghapuskan kelazatan, nescaya kamu tidak sempat sedemikian." "Sesungguhnya kubur itu adakalanya sebagai kebun dari kebun-kebun syurga atau salah satu jurang neraka."

Umar r.a. berkata kepada Ka'ab: "Terangkanlah kepada kami tentang maut." Ka'ab berkata: "Maut itu bagaikan pohon berduri dimasukkan kedalam tubuh anak Adam, maka tiap duri berkait dengan urat, lalu dicabut oleh seorang yang kuat sehingga dapat memutuskan apa yang terputus, dan meninggalkan apa yang masih tinggal."
Sufyan Atstsauri jika ingat mati, maka ia tidak berbuat apa-apa sampai beberapa hari, bahkan jika ditanya masalahnya, ia hanya menjawab: "Tidak tahu." Seorang hahim berkata: "Tiga macam yang tidak layak dilupakan oleh seorang yang sihat akalnya iaitu rosaknya dunia dan perubahan-perubahannya, dan maut, dan kerosakan-kerosakan apa yang didunia, yang tidak dapat dielakkan."

Hatim al-Asham berkata: "Empat macam yang tidak dapat menilai dan merasakannya kecuali empat iaitu HARGA (NILAI) KEPEMUDAAN tidak diketahui kecuali oleh orang yang telah tua, HARGA KESIHATAN tidak diketahui benar-benar oleh orang kecuali oleh orang-orang yang sakit, HARGA KESELAMATAN tidak dapat diketahui kecuali oleh orang-orang yang kena bala dan HARGA NILAI HIDUP tidak diketahui benar-benar kecuali oleh orang-orang yang telah mati."
Abul-Laits berkata: "Keterangan ini sesuai dengan hadis yang tersebut iaitu: Jagalah lima sebelum tibanya lima lawannya."

Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata: "Ayahku sering berkata: "Saya hairan kepada orang yang sihat akal dan lidahnya ketika dihinggapi maut mengapa tidak suka menerangkan sifat maut itu." Kemudian ia dalam sakaratul maut itu sedang masih sedar akalnya saya berkata kepadanya: "Ayah, kau dahulu hairan terhadap orang yang sihat akal dan lidahnya mengapa tidak menceritakan tentang hal maut?" Jawab Amr: "Anakku, maut itu sangat ngeri dan dahsyat, tidak dapat disifatkan tetapi saya akan menrangkan sedikit kepadamu, demi Allah s.w.t., ia bagaikan bukit Radhwa diatas bahuku, sedang rohku seakan-akan keluar dari lubang jarum, sedang dalam tubuhku seplah-olah ada pohon berduri, sedang langit seakan-akan telah rapat dengan bumi sedang saya ditengah-tengahnya. Hai puteraku, sebenarnya aku telah mengalami tiga masa, pertama saya kafir dan berusaha benar untuk membunuh Nabi Muhammad s.a.w., maka alangkah celaka diriku sekiranya aku mati pada masa itu. Kkedua, kemudian aku mendapat hidayat sehingga masuk Islam dan sangat cinta pada Nabi Muhammad s.a.w. sehingga saya selalu diangkat menjadi pemimpin pasukan yang dikirimnya, alangkah bahagianya sekiranya saya mati ketika itu, nescaya saya akan mendapat berdoa restu Nabi Muhammad s.a.w., kemudian ketiga, kami sibuk dengan urusan dunia, kerana itu saya tidak ketahui bagaimana keadaanku disisi Allah s.w.t." Abdullah berkata: Maka saya tidak bangun dari tempatnya sehingga mati disaat itu. Rahimahullah."

Syaqiq bin Ibrahim berkata: "Orang-orang sependapat dengan aku dalam empat macam tetapi perbuatan mereka berlawanan. Pendapat aku yang pertama mereka mengaku hamba Allah tetapi berbuat seperti orang yang merdeka bebas, mereka mengaku Allah s.w.t. menjamin rezeki tetapi hati tidak tenang bila tidak ada kekayaan ditangan mereka, mereka mengaku akhirat lebih baik dari dunia tetapi mereka hanya mengumpulkan harta untuk dunia semata-mata dan mereka mengaku pasti mereka akan mati tetapi berbuat seperti orang yang tidak akan

Abud-Dardaa atau Salman Alfarisi atau Abu Dzar r.a. berkata: "Tiga macam mengkagumkan aku sehingga aku tertawa, dan tiga yang menyedihkan aku hingga aku menangis, adapun yang mentertawakan aku ialah, orang yang panjang angan-angan hidup padahal ia dikejar oleh maut, dan sama sekali tidak memikirkan akan mati, orang yang lupa terhadap maut padahal maut tidak lupa padanya dan orang yang tertawa padahal ia belum mengetahui apakah Allah s.w.t. ridha padanya ataupun murka. Adapun yang menangiskan aku ialah berpisah dengan sahabat-sahabat Nabi Muhammad s.a.w. dan kawan-kawannya, memikirkan dahsyatnya maut bila tiba saatnya dan memikirkan kelak bila berhadapan kepada Allah s.w.t., akan diperintahkan kemana aku ini, apakah ke syurga atau keneraka."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Andaikan binatang-binatang itu mengetahui tentang mati sebagaimana yang kamu ketahui nescaya kamu tidak dapat makan daging binatang yang gemuk selamanya."

Abu Hamid Allafaf berkata: "Siapa yang sering ingat mati, maka dimuliakan dengan tiga macam iaitu segera bertaubat dan terima terhadap rezeki (tidak tamak) dan tangkas beribadat. Sedangkan yang selalu lupa akan mati, terkena akibat tiga macam juga iaitu menunda-nunda taubat, tamak dalam rezeki dan malas beribadat."
Nabi Isa a.s. biasa menghidupkan orang mati, maka ditegur oleh orang kafir dengan berkata: "Kau hanya dapat menghidupkan orang yang baru mati, kemungkinan belum mati benar orang itu, maka cuba hidupkan orang yang dulu-dulu itu." Nabi Isa a.s. pun berkata: "Kamu pilih sendiri siapa yang kamu minta saya hidupkan." Mereka berkata: "Hidupkan Sam bin Nuh a.s.." Lalu nabi Isa a.s. pergi kekuburnya dan disana didirikan sembahyang dua raka'at dan berdoa kepada Allah s.w.t. maka Allah s.w.t. menghidupkan Sam bin Nuh a.s. dalam keadaan rambut dan janggutnya telah putih, maka ditanya oleh Nabi Isa a.s.: "Mengapa kamu berubah padahal pada waktu kamu mati dahulu belum ada uban?" Jawab Sam bin Nuh a.s.: " Ketika aku dengar panggilan untuk keluar aku kira hari kiamat kerana itu rambutku langsung menjadi putih kerana ketakutan." Lalu ditanya lagi: :Berapa lama kamu matu?" Jawab Sam: "Sejak empat ribu tahun yang lalu dan belum hilang rasa pedihnya maut!"

Tiada seorang mukmin mati melainkan ditawarkan kepadanya kembali hidup didunia, tetapi ia menolak kerana beratnya sakaratul maut, kecuali orang yang mati syahid, mereka tetap ingin hidup kembali didunia untuk berperang dan mati syadih lagi, sebab mereka tidak merasakan sakitnya sakaratul maut, juga kerana merasakan kebesaran kehormatan orang yang mati syahid disisi Allah s.w.t.
Ibrahim bin Ad'ham ketika ditanya: "Mengapakah kau tidak mengajar?" Jawabnya: "Saya masih sibuk dengan empat macam, bila selesai urusan empat macam itu saya dapat mengajar." Ditanya lagi: "Apakah yang empat macam itu?" Jawabnya: "Saya sedang memikirkan yaumul mistaq ketika Allah s.w.t. menentukan Anak Adam. Mereka ini untuk syurga dan mereka ini untuk neraka, saya tidak mengetahui termasuk golongan yang mana satu. Saya juga memikirkan kejadian manusia ketika diperut ibunya ketika akan diberi roh dan Malaikat disuruh mencatat untung atau celaka, sayapun tidak mengetahui dari golongan manakah saya, saya juga memikirkan nanti dimasa malakulmaut datang kepadaku lalu bertanya kepada Allah s.w.t.: Apakah roh orang ini digolongkan orang muslimin atau bersama orang kafir, sayapun belum mengetahui bagaimana jawab Allah s.w.t. kepada malaikat itu dan yang terakhir saya memikirkan tentang ayat yang berbunyi Wan tazul yauma ayyuhal mujrimum. (Yang bermaksud) Berpisahlah kamu hari ini hai orang yang derhaka. Saya belum mengetahui dalam golongan manakah saya ini."

Abul-Laits berkata: "Sungguh untung orang -orang yang diberi Allah s.w.t. pengertian dan disedarkan dari kelalaian, dan dipimpin sehingga berfikir bagaimana akhirnya mati. Semoga Allah s.w.t. menjadikan penghabisan umur kami dalam kebaikan, serta mendapat khabar gembira, sebab orang mukmin pasti mendapat khabar gembira ketika maut, iaitu dalam ayat Innal ladziina qaalu robbunallahu tsummas taqaamu tatanazzalu alaihimul malaikatu alla takhaafu wala tahzannu, wa absyiru biljannatillati kuntum tuu'adun. Nahnu auliyaa'akum fil hayaatiddunya wafil akhiroti. (Yang bermaksud) Sesungguhnya orang-orang yang beriman, percaya benar-benar kepada Allah dan Rasullullah, kemudian tetap istiqomah dalam menunaikan kewajipan dan meninggalkan larangan istiqamah dalam kata dan perbuatannya mengikuti benar-benar sunnatur Rasul, maka akan datang kepadanya Malaikat menyampaikan khabar gembira. kamu jangan takut dan jangan susah, dan bergibaranlah kamu akan mendapat syurga yang dijanjikan, kepadamu. Sebagaimana diterangkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Khabar gembira itu terdapat dalam lima bentuk:
1. Untuk orang awam yang mukmin diberitahu: Jangan takut, kamu tidak akan kekal dalam neraka bahkan kamu tetap akan mendapat syafaat para Nabi-nabi dan orang-orang solihin, dan jangan sedih atau berduka atas kekurangan pahala dan kamu pasti masuk syurga.
2. Untuk orang yang ikhlas: Kamu jangan khuatir, kerana amalmu telah diterima, dan jangan sedih terhadap kekurangannya pahala, kerana kamu pasti mendapat pahala berlipat ganda.
3. Untuk orang-orang yang bertaubat: Kamu jangan khuatir terhadap dosa-dosamu, maka semua sudah diampuni, dan jangan sedih terhadap pahala, pasti kamu dapatkan atas amalmu sesudah taubat.
4. Untuk orang-orang yang zahid. Kamu jangan khuatir mahsyar atau hisab, dan jangan berduka sebab akan dikurangi pahalamu yang berlipat-lipat ganda itu, dan terimalah khabar gembira bahawa kamu akan masuk syurga tanpa hisab.
5. Untuk ulama yang mengajarkan kebaikan pada manusia. Kamu jangan takut dari dahsyat hari kiamat, dan jangan berduka sebab Allah s.w.t. akan membalas amalmu dengan syurga, juga orang-orang yang mengikuti jejakmu.

Dan sungguh untung orang yang mendapat berita gembira pada ketika matinya, sebab berita gembira hanya untuk orang mukmin yang baik amal perbuatannya maka turunlah Malaikat kepadanya lalu bertanya: "Siapakah kamu, kami tidak melihat muka yang lebih elok dari kamu dan yang lebih harum dari baumu?" Jawab Malaikat: "Kamu dahulu kawanku yang mencatat amalmu ketika didunia, dan kami juga menjadi kawanmu diakhirat."
Maka seharusnya bagi orang yang berakal sedar dari kelalaiannya, dan tanda kesedaran itu ada empat iaitu:
 Mengatur urusan dunia dengan tenang dan merasa masih banyak waktu.
 Memerhatikan urusan akhirat dengan cermat dan sungguh kerana merasa waktunya mendesak dan tidak dapat ditunda.
 Mengatur urusan agama dengan rajin-rajin mencari ilmunya.
 Bergaul dengan sesama makhluk dengan saling nasihat dan sabar, dan yang paling utama ialah orang yang mempunyai lima sifat iaitu:
1. Tekun beribadat kepada Tuhan
2. Sangat berguna terhadap sesama manusia
3. Semua orang merasa aman dari gangguan
4. Tidak iri terhadap orang lain
5. Selalu bersiap untuk menghadapi maut.
Ketahuilah saudara bahawa kami dijadikan untuk mati, dan tidak dapat lari daripadanya. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: Innaka mayyitun mainnahum mayyitun Engkau akan mati dan mereka juga akan mati. Dan Firman Allah s.w.t. Qul lan yanta'akumul firaaru in farartum minal mauti awil qatli katakanlah: (Yang bermaksud) Tidak akan berguna bagimu lari menghindari maut, jika kamu lari dari maut atau perang, kerana demikian keadaannya maka kewajipan seorang muslim harus siap-siap benar untuk maut sebelum tibanya. Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: Walan yatamannauhu abada in kuntum shadiqin (Yang bermaksud) Inginkanlah mati jika kau benar-benar dalam imanmu.Firman Allah s.w.t. lagi Walan yatamannauhu abada bima qoddammat aidihim.(Yang bermaksud) Dan mereka tidak akan ingin mati kerana mengetahui amal kejahatan dirinya.

Dalam kedua ayat ini maka nyatalah Allah s.w.t. menjelaskan bahawa seseorang yang benar-benar beriman dan ikhlas kepada Allah s.w.t. tidak gentar akan mati bahkan rindu kepada kematian untuk segera bertemu dengan Allah s.w.t. dan sebaliknya orang munafik, ia akan lari kerana merasakan amal perbuatannya sangat sedikit.
Abud-Dardaa r.a. berkata: "Saya suka kepada kemiskinan kerana itu sebagai tawadhu' merendah diri kepada Tuhanku, dan aku suka penyakit sebab itu sebagai penebus dosa, dan aku suka kepada kematian kerana rindu kepada Tuhanku."

Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: "Tiada seorang yang hidup melainkan mati itu lebih baik baginya, jika ia baik, maka firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi) Wama indallahi khoirun lil abrar (Yang bermaksud) Apa yang disediakan oleh Allah lebih baik bagi orang yang bakti taat. Dan bila ia derhaka, maka friman Allah s.w.t. (Yang berbunyi) Inamma numli lahum liyazdadu itsma walahum adzabun muhim. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Kami membiarkan mereka supaya bertambah dosa, dan untuk mereka bersedia siksa yang sangat hina.

Anas r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Almautu rahitul mu'min (Yang bermaksud) "Mati itu bagaikan kenderaan seorang mukmin. Ibn Mas'ud r.a. berkata: Nabi Muhammad s.w.t. ditanya: "Siapakah mukmin yang utama dan yang manakah yang terkaya?" Rasullullah s.a.w. menjawab: "Yang terbaik budi akhlaknya, dan mukmin yang terkaya ialah yang banyak ingat mati dan baik persediaannya."
Nabi Muhammassd s.a.w bersabda yang bermaksud: "Orang yang sempurna akal ialah yang selalu memeriksa dirinya dan beramal untuk bekal sesudah mati. Sedang yang bodoh ialah yang selalu menurutkan hawa nafsunya, dan mengharapkan pengampunan Allah."(Yakni tanpa amal).

Sumber : Tanbighul Ghafilin

Rahasia Al Qur'an Bab 8: "PENGARUH PERBUATAN BAIK DAN UCAPAN YANG BAIK"

October 13, 2011 Comments: (0)
Manusia senantiasa mencari lingkungan yang tenang tempat mereka dapat hidup dengan aman, gembira, dan membina persahabatan. Meskipun mereka merindukan keadaan yang demikian itu, mereka tidak pernah melakukan usaha untuk menyuburkan nilai-nilai tersebut, tetapi sebaliknya, mereka sendirilah yang menjadi penyebab terjadinya konflik dan kesengsaraan. Sering kali orang mengharapkan agar orang lain memberikan ketenangan, kedamaian, dan bersikap bersahabat. Hal ini berlaku dalam hubungan keluarga, hubungan antarpegawai di perusahaan, hubungan kemasyarakatan, maupun persoalan internasional. Namun, untuk membina persahabatan dan menciptakan kedamaian dan keamanan dibutuhkan sikap mau mengorbankan diri. Konflik dan keresahan tidak dapat dihindari jika orang-orang hanya bersikukuh pada ucapannya, jika mereka hanya mementingkan kesenangannya sendiri tanpa bersedia melakukan kompromi atau pengorbanan. Bagaimanapun, orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah tidak bersikap seperti itu.

Rahasia Al Qur'an Bab 7: "TUJUAN MEMBELANJAKAN HARTA DI JALAN ALLAH"

Comments: (0)
Salah satu amal ibadah yang terpenting yang dapat membersihkan kotoran kebendaan dan keruhanian, dan sebagai latihan bagi ruhani sehingga seseorang dapat mencapai derajat akhlak yang tinggi sehingga Allah akan ridha kepadanya adalah membelanjakan harta di jalan Allah. Allah telah berfirman kepada Nabi saw. agar mengambil zakat dari harta benda orang-orang beriman untuk membersihkan dan menyucikan harta tersebut.
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (Q.s. at-Taubah: 103).
Meskipun demikian, perbuatan membelanjakan harta yang dapat membersihkan dan menyucikan orang-orang adalah jika dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah disebutkan dalam al-Qur'an. Orang-orang beranggapan bahwa mereka telah menunaikan tugas mereka ketika mereka memberikan sejumlah uang yang sangat sedikit yang diberikan kepada pengemis, memberikan pakaian bekas kepada orang miskin, atau memberi makan kepada orang yang lapar. Tidak diragukan lagi bahwa perbuatan-perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang akan memperoleh pahala dari Allah jika niatnya untuk mencari ridha Allah. Namun sesungguhnya ada batas-batas yang telah ditentukan dalam al-Qur'an. Misalnya,

Rahasia Al Qur'an Bab 6: "RAHASIA MENGAPA ALLAH MENGHAPUS PERBUATAN BURUK"

Comments: (0)
Orang-orang beriman bercita-cita memperoleh keridhaan, kasih sayang, dan surga Allah. Namun, manusia diciptakan dalam keadaan lemah dan lupa sehingga manusia melakukan banyak kesalahan dan memiliki banyak kelemahan. Allah Yang Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan Maha Pengasih dan Penyayang memberitahukan kita bahwa Dia akan menghapus perbuatan buruk dari hamba-Nya yang ikhlas dan akan memberikan kepada mereka pemeriksaan yang mudah:
"Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya dengan gembira." (Q.s. al-Insyiqaq: 7-9).
Tentu saja Allah tidak mengubah perbuatan buruk setiap orang menjadi kebaikan. Adapun sifat orang-orang beriman yang perbuatan buruknya dihapus Allah dan diampuni-Nya diberitahukan dalam al-Qur'an." Orang-orang yang Menjauhi Dosa-dosa Besar, Dalam sebuah ayat Allah menyatakan:
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia." (Q.s. an-Nisa': 31).
Orang-orang yang beriman yang mengetahui fakta ini berbuat dengan sangat hati-hati dengan memperhatikan batas-batas yang ditetapkan Allah, dan mereka menghindari hal-hal yang dilarang. Jika mereka melakukan kesalahan karena kealpaannya, mereka segera berpaling kepada Allah, bertobat, dan memohon ampunan.

Rahasia Al Qur'an Bab 5: "WAJAH ORANG-ORANG BERIMAN BERCAHAYA, DAN WAJAH ORANG-ORANG KAFIR DILIPUTI KEHINAAN"

Comments: (0)
Salah satu rahasia yang diungkapkan Allah dalam al-Qur'an adalah bahwa keimanan dan kekufuran tercermin di wajah dan kulit manusia. Di beberapa ayat, Allah memberitahukan bahwa terdapat cahaya di wajah orang-orang beriman, sedangkan wajah orang-orang kafir diliputi kehinaan:
"Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu …" (Q.s. asy-Syura: 45).
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan ada tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan memperoleh balasan yang setimpal dan mereka diliputi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari azab Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Q.s. Yunus: 26-7).

Rahasia Al Qur'an Bab 4: "TERDAPAT KEBAIKAN DALAM SETIAP PERISTIWA"

Comments: (0)
Allah memberitahukan kita bahwa dalam setiap peristiwa yang Dia ciptakan terdapat kebaikan di dalamnya. Ini merupakan rahasia lain yang menjadikan mudah bagi orang-orang yang beriman untuk bertawakal kepada Allah. Allah menyatakan, bahkan dalam peristiwa-peristiwa yang tampaknya tidak menyenangkan terdapat kebaikan di dalamnya:
"Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (Q.s. an-Nisa': 19).
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Q.s. al-Baqarah: 216).

Rahasia Al Qur'an Bab 3: "RAHASIA BERSERAH DIRI DAN BERTAWAKAL KEPADA ALLAH"

Comments: (0)
Berserah diri kepada Allah merupakan ciri khusus yang dimiliki orang-orang mukmin, yang memiliki keimanan yang mendalam, yang mampu melihat kekuasaan Allah, dan yang dekat dengan-Nya. Terdapat rahasia penting dan kenikmatan jika kita berserah diri kepada Allah. Berserah diri kepada Allah maknanya adalah menyandarkan dirinya dan takdirnya dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Allah telah menciptakan semua makhluk, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa - masing-masing dengan tujuannya sendiri-sendiri dan takdirnya sendiri-sendiri. Matahari, bulan, lautan, danau, pohon, bunga, seekor semut kecil, sehelai daun yang jatuh, debu yang ada di bangku, batu yang menyebabkan kita tersandung, baju yang kita beli sepuluh tahun yang lalu, buah persik di lemari es, ibu anda, teman kepala sekolah anda, diri anda - pendek kata segala sesuatunya, takdirnya telah ditetapkan oleh Allah jutaan tahun yang lalu. Takdir segala sesuatu telah tersimpan dalam sebuah kitab yang dalam al-Qur'an disebut sebagai 'Lauhul-Mahfuzh'. Saat kematian, saat jatuhnya sebuah daun, saat buah persik dalam peti es membusuk, dan batu yang menyebabkan kita tersandung - pendek kata semua peristiwa, yang remeh maupun yang penting - semuanya tersimpan dalam kitab ini.
Orang-orang yang beriman meyakini takdir ini dan mereka mengetahui bahwa takdir yang diciptakan oleh Allah adalah yang terbaik bagi mereka. Itulah sebabnya setiap detik dalam kehidupan mereka, mereka selalu berserah diri kepada Allah. Dengan kata lain, mereka mengetahui bahwa Allah menciptakan semua peristiwa ini sesuai dengan tujuan ilahiyah, dan terdapat kebaikan dalam apa saja yang diciptakan oleh Allah. Misalnya, terserang penyakit yang berbahaya, menghadapi musuh yang kejam, menghadapi tuduhan palsu padahal ia tidak bersalah, atau menghadapi peristiwa yang sangat mengerikan, semua ini tidak mengubah keimanan orang yang beriman, juga tidak menimbulkan rasa takut dalam hati mereka. Mereka menyambut dengan rela apa saja yang telah diciptakan Allah untuk mereka. Orang-orang beriman menghadapi dengan kegembiraan keadaan apa saja, keadaan yang pada umumnya bagi orang-orang kafir menyebabkan perasaan ngeri dan putus asa. Hal itu karena rencana yang paling mengerikan sekalipun, sesungguhnya telah direncanakan oleh Allah untuk menguji mereka. Orang-orang yang menghadapi semuanya ini dengan sabar dan bertawakal kepada Allah atas takdir yang telah Dia ciptakan, mereka akan dicintai dan diridhai Allah. Mereka akan memperoleh surga yang kekal abadi. Itulah sebabnya orang-orang yang beriman memperoleh kenikmatan, ketenangan, dan kegembiraan dalam kehidupan mereka karena bertawakal kepada Tuhan mereka. Inilah nikmat dan rahasia yang dijelaskan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman. Allah menjelaskan dalam al-Qur'an bahwa Dia mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Q.s. Ali 'Imran: 159) Rasulullah saw. juga menyatakan hal ini, beliau bersabda:
"Tidaklah beriman seorang hamba Allah hingga ia percaya kepada takdir yang baik dan buruk, dan mengetahui bahwa ia tidak dapat menolak apa saja yang menimpanya (baik dan buruk), dan ia tidak dapat terkena apa saja yang dijauhkan darinya (baik dan buruk)."1
Masalah lainnya yang disebutkan dalam al-Qur'an tentang bertawakal kepada Allah adalah tentang "melakukan tindakan". Al-Qur'an memberitahukan kita tentang berbagai tindakan yang dapat dilakukan orang-orang yang beriman dalam berbagai keadaan. Dalam ayat-ayat lainnya, Allah juga menjelaskan rahasia bahwa tindakan-tindakan tersebut yang diterima sebagai ibadah kepada Allah, tidak dapat mengubah takdir. Nabi Ya'qub a.s. menasihati putranya agar melakukan beberapa tindakan ketika memasuki kota, tetapi setelah itu beliau diingatkan agar bertawakal kepada Allah. Inilah ayat yang membicarakan masalah tersebut:
"Dan Ya'qub berkata, 'Hai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlainan, namun demikian aku tidak dapat melepaskan kamu barang sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nyalah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri'." (Q.s. Yusuf: 67).
Sebagaimana dapat dilihat pada ucapan Nabi Ya'qub, orang-orang yang beriman tentu saja juga mengambil tindakan berjaga-jaga, tetapi mereka mengetahui bahwa mereka tidak dapat mengubah takdir Allah yang dikehendaki untuk mereka. Misalnya, seseorang harus mengikuti aturan lalu lintas dan tidak mengemudi dengan sembarangan. Ini merupakan tindakan yang penting dan merupakan sebuah bentuk ibadah demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Namun, jika Allah menghendaki bahwa orang itu meninggal karena kecelakaan mobil, maka tidak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah kematiannya. Terkadang tindakan pencegahan atau suatu perbuatan tampaknya dapat menghindari orang itu dari kematian. Atau mungkin seseorang dapat melakukan keputusan penting yang dapat mengubah jalan hidupnya, atau seseorang dapat sembuh dari penyakitnya yang mematikan dengan menunjukkan kekuatannya dan daya tahannya. Namun, semua peristiwa ini terjadi karena Allah telah menetapkan yang demikian itu. Sebagian orang salah menafsirkan peristiwa-peristiwa seperti itu sebagai "mengatasi takdir seseorang" atau "mengubah takdir seseorang". Tetapi, tak seorang pun, bahkan orang yang sangat kuat sekalipun di dunia ini yang dapat mengubah apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Tak seorang manusia pun yang memiliki kekuatan seperti itu. Sebaliknya, setiap makhluk sangat lemah dibandingkan dengan ketetapan Allah. Adanya fakta bahwa sebagian orang tidak menerima kenyataan ini tetap tidak mengubah kebenaran. Sesungguhnya, orang yang menolak takdir juga telah ditetapkan demikian. Karena itulah orang-orang yang menghindari kematian atau penyakit, atau mengubah jalannya kehidupan, mereka mengalami peristiwa seperti ini karena Allah telah menetapkannya. Allah menceritakan hal ini dalam al-Qur'an sebagai berikut:
"Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-3).
Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, peristiwa apa pun yang terjadi telah ditetapkan sebelumnya dan tertulis dalam Lauh Mahfuzh. Untuk itulah Allah menyatakan kepada manusia supaya tidak berduka cita terhadap apa yang luput darinya. Misalnya, seseorang yang kehilangan semua harta bendanya dalam sebuah kebakaran atau mengalami kerugian dalam perdagangannya, semua ini memang sudah ditetapkan. Dengan demikian mustahil baginya untuk menghindari atau mencegah kejadian tersebut. Jadi tidak ada gunanya jika merasa berduka cita atas kehilangan tersebut. Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai kejadian yang telah ditetapkan untuk mereka. Orang-orang yang bertawakal kepada Allah ketika mereka menghadapi peristiwa seperti itu, Allah akan ridha dan cinta kepadanya. Sebaliknya, orang-orang yang tidak bertawakal kepada Allah akan selalu mengalami kesulitan, keresahan, ketidakbahagiaan dalam kehidupan mereka di dunia ini, dan akan memperoleh azab yang kekal abadi di akhirat kelak. Dengan demikian sangat jelas bahwa bertawakal kepada Allah akan membuahkan keberuntungan dan ketenangan di dunia dan di akhirat. Dengan menyingkap rahasia-rahasia ini kepada orang-orang yang beriman, Allah membebaskan mereka dari berbagai kesulitan dan menjadikan ujian dalam kehidupan di dunia ini mudah bagi mereka.

Rahasia Al Qur'an Bab 2: "ALLAH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR "

Comments: (0)
Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah menyatakan rasa terima kasihnya kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18).
Meskipun kenyataannya demikian, kebanyakan manusia tidak mampu mensyukuri kenikmatan yang telah mereka terima. Adapun penyebabnya diceritakan dalam al-Qur'an: Setan, yang berjanji akan menyesatkan manusia dari jalan Allah, berkata bahwa tujuan utamanya adalah untuk menjadikan manusia tidak bersyukur kepada Allah. Pernyataan setan yang mendurhakai Allah ini menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah:
"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, 'Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya'." (Q.s. al-A'raf: 17-8).
Dalam pada itu,

Rahasia Al Qur'an Bab 1: "ALLAH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANG"

Comments: (0)
Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur'an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.s. al-Baqarah: 186).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.

Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah...

October 9, 2011 Comments: (0)
Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."
Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:
اقتربت الساعة وانشق القمر، وإن يروا آية يعرضوا ويقولوا سحر مستمر، وكذبوا واتبعوا أهوائهم، وكل أمر مستقر ...
Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."
Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:
Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.
Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.
Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

( Sabtu, 22 Sya'ban1424H/18-10-2003 M )

Diantara 2 Perempuan

September 30, 2011 Comments: (0)
"Rasul SAW melarang seorang laki-laki berjalan diantara dua orang perempuan."
(HR Abu Dawud)

Pencari Ilmu Yang Masuk Neraka

Comments: (0)
Rasulullah SAW Bersabda :"Barang mencari ilmu bertujuan untuk membanggakan diri dihadapan para ulama,
atau mendebat orang-orang bodoh, atau mencari perhatian manusia, maka kelak dia berada di neraka."
(HR. Tirmidzi)

Pahala Pencari Ilmu Yang Meninggal Dunia

Comments: (0)
Rasulullah SAW Bersabda :"Barangsiapa yang kedatangan maut saat menuntut ilmu, maka ia akan bertemu dengan Allah.
Dan tiadalah batas antara dia dengan para nabi, melainkan hanya derajat kenabian."
(HR. Thabrani)

Mencari Ilmu Lebih Baik Daripada Shalat 1000 Rakaat

Comments: (0)
Abu Dzar ra. Menceritakan, Rasulullah SAW Bersabda :"hai Abu Dzar, jika engkau pergi lalu mempelajari satu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik bagimu daripada kamu sholat seratus rakaat,
Jika engkau pergi lalu mempelajari suatu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan kamu sholat seribu rakaat".
(HR. Ibnu Majah)

Keuntungan Mengajar

Comments: (0)
Rasulullah SAW Bersabda :"Sesungguhnya Allah, para malaikat-nya, serta semmua penghuni langit dan bumi termasuk semut dalam lubangnya dan ikan-ikan sungguh mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang mengajari manusia."
(HR At Tirmidzi)

Kelebihan Orang Berilmu

Comments: (0)
Rasulullah SAW Bersabda :"Kelebihan orang berilmu dari orang yang beribadah(tanpa ilmu),
bagaikan kelebihan saya dari orang yang paling randah diantara kamu sekalian."
(HR. At Tirmidzi)

Celakalah Yang Sembunyikan Ilmu

Comments: (0)
Rasulullah SAW Bersabda :"Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan lalu ia menyembunyikannya,
maka Allah akan mengekangnya dengan kekang api neraka kelak pada hari kiamat."
(HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Bertanya Adalah Kunci Ilmu

Comments: (0)
"Rasulullah SAW Bersabda :Ilmu itu laksana lemari (yang tertutup rapat) dan kunci pembukanya adalah pertanyaan.
Oleh sebab itu bertanyalah kalian karena sesungguhnya dalam tanya jawab diturunkan 4 macam pahala,
yakni untuk penanya, orang yang berilmu (penjawab), para pendengar, dan orang yang mencintai mereka."
(HR. Abu Nu'aim)
Just select text on the page and get instant translation from Google Translate!
Google Translate Client